Ini Rincian Kerjasama Maritim Indonesia-Amerika Serikat

Ini Rincian Kerjasama Maritim Indonesia-Amerika Serikat

President Barack Obama meets with Indonesian President Joko Widodo in the Oval Office of the White House in Washington, Monday, Oct. 26, 2015. This is Widodo’s first visit to the U.S. since becoming President of Indonesia. (AP Photo/Susan Walsh)

JMOL ~ Pada 24 Oktober 2015, Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerjasama Maritim, yang merupakan bagian Kemitraan Strategis AS-Indonesia. Berikut adalah rincian agenda dan program dalam kerjasama maritim antar kedua negara, yang dapat dikelompokkan menjadi tiga aras utama, yaitu keamanan maritim, perlindungan laut, dan pembangunan kelautan berkelanjutan.

Melindungi Masyarakat Pesisir dan Perikanan: Amerika Serikat akan memberikan bantuan substansial untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati laut, pengelolaan perikanan yang berkelanjutan, dan peningkatan tata kelola sumber daya kelautan di daerah, kabupaten, provinsi, dan tingkat nasional di Indonesia. Upaya ini akan difokuskan pada tiga provinsi di Indonesia timur yang memiliki keanekaragaman hayati laut tertinggi.

Memerangi ilegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IIU Fishing): Amerika Serikat dan Indonesia bekerja sama untuk memerangi dan mencegah IUU fishing, baik di perairan Indonesia maupun kawasan ASEAN. Badan Pembangunan Internasional AS, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Departemen Kehakiman, dan Departemen Pertahanan akan membantu Indonesia melalui dukungan teknologi, integrasi sistem, dan peningkatan kapasitas institusi dan manusia.

Ini berarti termasuk pelatihan materi yang berkaitan dengan pelaksanaan Perjanjian FAO pada peran Port State, penegakan hukum perikanan, dan informasi serta analisis intelijen. Semua demi meningkatkan kapasitas Indonesia agar dapat memenuhi persyaratan seafood traceability program, yang sedang dikembangkan AS untuk melindungi konsumen dari produk perikanan hasil praktek IIU Fishing.

Memperluas kolaborasi dalam bidang IPTEK Kelautan: Berdasarkan Perjanjian AS-Indonesia pada bidang Sains dan Teknologi, NOAA akan bekerjasama dengan Indonesia untuk melakukan observasi dan penelitian tentang ekosistem laut, termasuk penelitian oseanografi dan variabilitas iklim.
Hal ini akan meningkatkan pemahaman tentang interaksi kompleks antara laut dan atmosfer, meningkatkan kemampuan bersama untuk memprediksi perubahan iklim dan ekosistem dalam jangka panjang.

Amerika Serikat dan Indonesia akan memiliki kemampuan memprediksi ancaman kekeringan dan perubahan iklim yang ekstrim. Memahami bagaimana pengaruh fenomena oseanografi Samudera Hindia, dan memahami dampak ekologi akibat pengasaman laut terhadap terumbu karang.

Meningkatkan Keamanan di Perairan dan Pelabuhan: The US Coast Guard dan badan-badan relevan milik AS akan membantu peningkatan kapasitas Indonesia untuk memenuhi ISPS Code. Indonesia akan memiliki kemampuan mendeteksi dan mencegah ancaman keamanan di sektor transportasi laut, dan bermanfaat mendukung perdagangan Amerika Serikat dan Indonesia.

Mempromosikan Pertumbuhan Ekonomi Berwawasan Lingkungan yang Berkelanjutan: Amerika Serikat dan Indonesia akan mengeksplorasi dan mendorong berbagai kegiatan yang dapat mendukung peningkatan hubungan keduanya di sektor maritim. Termasuk, mengeksplorasi terjalinnya kemitraan publik-swasta, antar pelaku usaha, dan promosi perdagangan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di bidang perikanan dan kepelabuhanan di Indonesia. Metode penangkapan ikan yang berkelanjutan akan dikembangkan dengan melibatkan sektor swasta.

Advokasi dan Keadilan Bagi Pekerja Industri Perikanan: Amerika Serikat akan memberi bantuan pendanaan guna mendukung upaya Indonesia dan International Organization for Migration (IOM) untuk menyelamatkan korban kerja paksa dalam industri perikanan. Amerika Serikat juga akan mendorong pemerintah Indonesia untuk mengembangkan prosedur identifikasi korban kerja paksa, dan merujuk mereka untuk peduli, serta memberi advokasi untuk meningkatkan kemampuan untuk menindak dan mengadili pelaku ekspolitasi tenaga kerja di industri perikanan.

Membantu dan Melindungi Pengungsi Migran: Terhadap krisis migran maritim dari Teluk Benggala dan Laut Andaman sepanjang bulan Mei-Juni 2015, Amerika Serikat menyumbang dana darurat untuk IOM dan UNHCR (Komisi PBB untuk Pengungsi) untuk memenuhi kebutuhan pengungsi migran di Indonesia, Malaysia, Thailand, Burma, dan Bangladesh, melalui penyediaan tempat penampungan sementara, dukungan kesehatan dan gizi, dukungan terhadap tenaga sukarela, perlindungan keamanan, dukungan informasi, dan bantuan non-medis lainnya.

Lembar Fakta Kerjasama Maritim RI-AS yang ditandatangani oleh Presiden RI Joko Widodo dan Presiden AS Barack Obama ini, diharapkan akan meningkatkan peran Indonesia di kawasan dan mendukung pencapaian visi Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia. [AS]

Posted By: AQSon: October 29, 2015In: Featured, Maritim

Share This Post